Anji dan Profesor Hadi Pranoto Dijerat UU ITE

Anji dan Profesor Hadi Pranoto Dijerat UU ITE

–>

Suara. com – Musisi Anji dan Profesor Hadi Pranoto resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Cyber Nusantara, Muannas Alaidid, Senin (3/8/2020). Masukan tersebut terkait video yang diunggah Anji prihal virus corona atau Covid-19.

“Jadi hari ini sudah formal dilaporkan yah kepihak kepolisian dalam malam ini jam 18. 30 WIB, ” ujar Muannas  sudah membuat laporan.

Muannas melaporkan Hadi Pranoto dan Anji selaku pemilik akun YouTube itu dengan Undang-Undang ITE atau menyerakkan berita bohong. Anji dan Profesor Hadi Pranoto dianggap melanggar kausa 28 ayat (1) junto bab 45A UU RI Nomor 19 tahun 2016 dan atau pasal 14 dan 15 UU MENODAI Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

“Terlapornya disebut di sini jelas. Ada nama Hadi Pranoto si profesor yang kemudian pada interview dengan narsum di acara itu. Kemudian yang kedua ada pemilik akun YouTube Dunia Manji, ” ungkap Muannas Alaidid.

“Pemilik akun ini kalau kemudian hasil pengkajian ternyata dianggap terlibat, itu memungkinkan (ikut terjerat). Karena ada tindak pidana yang namanya turut beserta, Pasal 55. Dia menyebarkan informasi bohong karena dia di undang dalam acara, nanti itu cara penyedikan yang sebenarnya menentukan, ” sambungnya.

Munas Alaidid menegaskan bahwa tak menuntut kemungkinan Anji pun sanggup dipidanakan. Sebab, ayah tiga bani itu telah memberi ruang kepada Hadi Pranoto untuk menyebarkan informasi bohong perihal penemuan obat virus corona atau Covid-19.

Hadi Pranoto menunjukan ramuan herbal racikannya buat pengobatan Covid-19. [Istimewa]

Nantinya akun YouTube Anji akan disita sebagai barang bukti oleh pihak berwajib dengan nomer laporan LP/4538/VIII/YAN. 2. 5/2020/SPKT PMJ.

Sebagai informasi, dalam chanel YouTube @duniamanji Hadi Pranoto mengiakan telah menemukan obat dari virus Corona atau (COVID-19). Padahal, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) belum menemukan obatnya.

Tidak hanya itu, bahkan tempat mengeklaim telah memiliki teknologi media untuk swab dan rapid test yang dihargai sangat murah, kisaran Rp10 sampai Rp 20 ribu.